Langsung ke konten utama

Hamemayu Hayuning Bawana



Hamemayu Hayuning Bawana
Menjaga keselamatan dan keseimbangan dunia .


Kamus Jogja (1)
Filsafat Jawa yang dipilih oleh Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai pedoman dasar; dan selanjutnya oleh Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai nilai dasar kepemerintahanan sehingga menjadi rujukan kebudayaan bernegara.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Batik

Batik  Lukisan atau gambar sakral Kamus Jogja (2) Menurut KRT Manu W. Padmadipura, dengan merujuk Kakawin Ramayana, “batik” berasal dari “tika” (Jawa Kuna) yang berarti lukisan atau gambar sakral. Konsep batik Jawa terdapat dalam Citrabuwana, yang menghubungkan tubuh manusia (mikrokosmos) dengan alam semesta (makrokosmos). Membatik atau dalam kosakata Jawa lazim disebut mbatik adalah melukiskan keterhubungan alam semesta yang sakral bersama manusia dengan tindakan bakti.

Salam Istimewa "Dari Yogyakarta Menuju Indonesia Lebih Baik"

Salam Istimewa "Dari Yogyakarta Menuju Indonesia Lebih Baik" 2018
Ajining Salira Saka Busana Kehormatan penampilan diri dari kepantasan berpakaian Kamus Jogja (3) Setiap orang harus memahami konsep ajining sarira dumunung ing busana artinya badan jasmani seseorang akan dihargai jika dibungkus dengan busana yang pantas. Pantas tidak cukup berarti bukan mahal dan mewah, tetapi cukuplah sopan dan sesuai lingkungan. Masing-masing kelompok sosial mempunyai tradisi berbusana yang berbeda. Busana kelompok tersebut merupakan kebanggaan dan kebesaran kolektif. Seragam militer misalnya menimbulkan rasa bangga dan gagah bagi prajurit. Pakaian adat membuat bangga bagi suku yang bersangkutan. Oleh karena itu orang harus bisa membawa diri dalam berpakaian. Cara berpakaian yang luwes akan membuat mudah bergaul dengan segala lapisan sosial. Pakaian menggambarkan jiwa seseorang yang mudah dinilai pihak lain.